SIKAP HIDUP

warsoPost by Warso

Tulisan ini khusus saya persembahkan untuk kedua orang tua ku. Sebagai rasa terimakasih saya kepada kedua orang tuaku yang telah membesarkanku dan mendidikku sampai aku dewasa. Tidak ada kata lelah sedikitpun dalam menghadapi kami-kami yang pada waktu itu belum mengerti apa itu arti hidup.

Jika, Anda kurang berkenan dan menganggap tulisanku kurang bagus, paling tidak Anda adalah yg mau mendengar sekelumit cerita kehidupan tentang saya dan paling tida anda telah memberikan inspirasi buat saya untuk menulis yang lebih baik lagi.

Saya terlahir di sebuah dusun kecil di utara timur Kec. Bobotsari, Kab. Purbalingga, Jateng. Saya pergi ke Jakarta hanya modal nekad, pendidikan hanya Madrasyah Sanawiayah, ke Jakata pertama kali tahun 2000-an dan di Jakarta kerja serabutan, kerja apa saja dari tukang bangunan, narik becak, dagang bantal keliling dan jualan gorengan.

Waktu itu hati saya miris sekali dengan keadaan keluarga saya, dihati kecil saya ingin….. sekali membahagiakan kedua orang tua. Tspi apalah dayaku, kerja serabutan yang aku jalani belum mampu menopang kehidupan keluargaku. Jangankan untuk mbantu kedua orang tuaku, untuk memiayai hidupku sendiri aja saya belum mampu.

Tetapi saat itu saya berpikir keras, bagaimana caranya merubah hidup. Paling tidak perubahan yang di rasakan yaitu untuk pribadiku terlebih dahulu seraya menggumam dalam hati kecil saya berkata mana mungkin yah… dengan bermodalkan ijazah MTs/SMP saya bisa sukses dan bisa membahagiakan kedua orang tua saya.

Tetapi apa yang terjadi di luar dugaanku, pada Februari 2003 saya mencoba keberuntungan dengan cara melamar pekerjaan di sebuah perusahaan milik swasta, yang bergerak di bidang pendidikan.

Yah…….saya hanya bersukur walaupun gaji tidak seberapa, tetapi saya punya pekerjaan tetap, dalam hati kecil saya berbisik, habis sekarang ini mau nyari pekerjaan yang gaji gede saya rasa tidak mungkin tercapai, disamping ijazah yang menjamin, umurpun mempengaruhi.

Untuk kedua orang tuaku saya sangat berterimakasih sekali, berkat bimbingan serta do’a merekalah saya dapat mengenyam apa arti sebuah hidup dengan keterbatasan yang mereka tanamkan pada saya.

Alhasil saya sekarang sudah bisa mandiri, walaupun belum bisa membahagiakan kedua orang tua sepenuhnya.

Harapan saya semoga kedua orang tuaku bisa mengerti akan kehidupan  sekarang ini.

BUAT BAPAK DAN IBU, SEMOGA ENGKAU SELALU DALAM LINDUNGANYA. AMINN…..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s