Kutipan

HARI JADI YANG KE LIMA

DSCF0653

Alhamdulillah, rasa syukur selalu saya panjatkan kehadirat Allah SWT, serta junjungan kami Nabi Muhammad SAW.

Tanpa terasa usia pernikahanku setelah memutuskan untuk mengakhiri masa lajang, pada 19 Oktober 2008 lalu, kini hari ini sabtu, tanggal 19 Oktober 2013 sudah menginjak usia ke lima tahun.

Di usia pernikahan yang masih sangat muda ini tentu saya menyadari masih jauh dari sempurna. Tak mudah memang menjalani bahtera berumah tangga, sering juga saya mengalami diantaranya adalah beda pendapat, rasa sedih, rasa bahagia, gembira bahkan kadang berantem dalam keluarga kecilku dan berantem beda pendapat dengan lingkungan tempat tinggal pun kadang terjadi. Menurutku itu semua adalah bumbu – bumbunya dalam mengarungi kehidupan berumah tangga.

Dalam hal ini saya juga menyadari bahwa saya sebagai kepala rumah tangga masih banyak kekurangan dan perlu introspeksi diri disana sini untuk menjadi yang di harapkannya. Tentu di tengah keterbatasan saya ini, saya berharap di kemudian hari dapat dan mampu memberikan yang terbaik untuk keluarga.

Walaupun saat ini saya belum yang terbaik, namun saya sampai saat ini masih berusaha untuk menjadi yang berpikir baik untuk masa depan. Untuk merealisasikan pemikiran tersebut,tentunya tidak mudah dan tidak gampang. Dibutuhkan jiwa yang ikhlas untuk pengorbanan yang begitu besar diantaranya, waktu, kesabaran serta rasa syukur yang tak boleh berhenti.

Pada hakekatnya manusia hanya menjalankan amanah yang telah di gariskan oleh sang Maha Pencipta. Maka sebagai manusia wajib hukumnya untuk menerima dan menjalankan amanah tersebut tanpa harus menyesali keadaan hidup yang sedang atau telah di jalani saat ini. Manusia tidak perlu terbelenggu oleh masa kelam, latar belakang dan keberhasilan masa lalu yang tertunda yang menyempitkan pemikirannya untuk berkembang di masa yang akan datang.

Menurut saya kehidupan masa lalu adalah pembelajaran, sedangkan kehidupan saat ini adalah ujian. Maka amanah yang dulu ketika masih bergantung pada ke dua orang tua dulu, merupakan pembelajaran untuk meraih dan tercapainya ujian kehidupan saat ini.

Amanah yang telah di limpahkan pada kita, semua orang berharap yang terbaik, namun tanpa kita sadari bahwa amanah yang di limpahkan pada manusia pada hakekatnya semua terbaik itu semua tergantung pada pribadi si pembawa amanah tersebut.

Inilah sepenggal cerita yang mungkin tidak berarti bagi orang lain, namun sangat berarti bagi kehidupan kami.

Posted from WordPress for Android